Langsung ke konten utama

Postingan

Don't Remove Your Past

Masa Lalu itu untuk di kenang bukan di binasakan. Sekalipun itu memalukan, menyesatkan karna seburuk-buruknya masa lalu, kita gak bisa pungkiri mereka adalah bagian sejarah dalam hidup kita. Bahwa kita pernah mengalami jatuh bangun, sejarah mencatat semuanya dan membungkus dalam kotak bernama memori. Tempatkan mereka di hati sebagai reminder kita dalam melangkah kedepan. Yang baik jadikanlah kenangan indah, yang buruk jadikanlah pelajaran berharga. Seorang teman bicara, "Del, gue mampir ke blog lo dan tanpa sengaja keasikan baca yang lama-lama. Kenapa gak dihapus aja?. Lo gak takut kalau kebaca temen-temen baru?" Hmmmm masa lalu kan bukan tato yang ketika berhijrah kita harus hapus itu tato. Lagian selama kenangan-kenangan pahit bukan lah aib, selama itu juga aku tidak merasa terganggu bila di publish.  Perihal teman baru, biarlah...... Aku tidak perduli dengan penilaian orang. Karena aku hidup bukan sekedar untuk membuat orang lain terkesan. Dengan membagi kis...

Asian Dream Cup 2014

Annyeong.. ^^ Mau cerita soal Asian Dream Cup 2014 kemaren, acara tahunan yang biasa diadain sama Jisung Foundation. Berhubung yang 2014 di gelar di Kota sendiri Jakarta, Gak ada salah nya kan nonton. Dari mulai galau gara-gara guest star nya lama banget diumumin sampe harga ticket yang lumayan tapi karena Running man appears semua galau hilang.. Hahhaaa.. Pergi sama temen dan adek, modal 100rb doang buat duduk di tribun plus Teropong buat jaga-jaga takutnya gak keliatan. Eh malah dapet tiket gratisan tanpa harus ngikutin syarat Kakaotalk yang 1000 first come first served itu .. Hahaha gak ngerti kenapa kuota itu masih berlebih di jam 16.00. Padahal katanya jam 14.00 udah closed. Karena ticket udah ready jadi kita tinggal masuk aja plus dapet kenang-kenagn kipas emot dari Kakaotalk yang lucu.. Ternyata tribun gak semengerikan itu. Gue masih bisa jelas banget ngeliat senyumnya Sparta Kookie kok ^^. View nya enak banget. Malah justru yang kelas bawah gak enak gara-gara ...

[2PM Fanfic] Forbiden Love #endpart

[Taecyeon] Tingtong.. “Siapa sih menggangu saja malam-malam begini.” Aku melihat Wooyoung lewat intercom. “Aish anak itu datang juga akhirnya.” “Yak.. Neo jeongmalo.. kenapa pesanku gak pernah dibalas huh? Telpon juga selalu manajer mu yang menjawab. Sibuk apa sih belakangan ini? Aaaa berkencan dengan akris itu ya… hmm lumayan lah. Tapi dia sediki kurus menurutku.” “Mwoya ige neoya.. Datang-datang langsung bicara tanpa henti.” “Hehehe Jalan yuk..” “Mworagu?? Jalan? Kemana?” “Han-gang.” “Berdua denganmu? Ke sungai Han? Dimalam minggu? Michesseo!” “Kalu Dongmi tak sibuk, aku juga tak mengajakmu. Kita jogging kalau tidak bersepeda saja. Aku pernah melihat Lee Minho bersepeda, hmm Suzy juga. Mereka memakai topi dan masker, tidak akan terlihat. Tenang saja, sungai Han kan cukup populer dikalangan selebriti.” “Hemm malas, memangnya Dongmi sibuk apa?” “Ayolah… Dongmi merawat Youngsun. Ppalie..” Wooyoung tetap memaksaku berganti pakaian. Wooyoung tak tahu kalau aku s...

[2PM Fanfic] Forbidden Love #part8

[Hyemi] “Kenapa banyak sekali yang kau ubah Hyemiah? Bukankah seharusnya di adegan ini mereka berciuman?” “Ah, aku rasa berpelukan saja sudah cukup.” Aku memang mengganti semua adegan yang aku anggap mesra dalam naskahku. Sampai sekarang aku masih belum bisa berpaling dariTaecyeon walaupun kenyataan nya saat ini aku adalah isteri seseorang. “Aneh sekali, sutradara bukankah kemarin adegannya tidak seperti ini?” Aku melihat Taecyeon mengkomplain perubahan naskahku. “Iya, menurut editor adegan kiss itu terlalu vulgar.” Aku melihat Taecyeon menatapku sinis dari kejauhan. Mungkin dia sedikit kecewa dengan tidakanku. Sewaktu break time, Taecyeon menghampiriku. “Ada apa denganmu?” “Mwonde?” Aku seolah ak mengeri apa yang dimaksudnya. “Kau yang mengedit semua naskah ini kan? Ayolah Hyemi, kau ini kenapa?” “Kenapa katamu? Huh.. Jadi benar kabar yang beredar diluar sana kalau kau sedang mengencani gadis itu.” “Kenapa? Jadi kau yang bertanya?” “Oppa…” Ditengah-tenga...

[2PM FanFic] Forbidden Love #part7

[Junho] “Hyemi.. Aku menang tender lagi. Mau merayakan bersama.” “Aniya oppa, aku lelah sekali hari ini. Geundae chukkahe.” Hyemi menepuk pundakku kemudian berlalu begitu saja seperti dugaanku. “Kalau lelah berhenti saja bekerja. Kau bisa mengurus Haru dirumah.” Aku kesal sekali jika dia mengeluh lelah karena pekerjaanya. Karena pekerjaanya itu dia sama sekali tak punya waktu untuk kami. Mendengar ucapanku Hyemi memandangku dengan ke jenuhan. “Mian..” sadar dia tampak kesal akupun meminta maaf padanya. “Aku harap itu kata-kata terakhir yang ku dengar dari mu oppa. Kau harus ingat kesepakatan kita saat menikah. Kau tetap membiarkanku bekerja.” Dia kembali berlalu. Pernikahan kami sudah masuk di usia empat tahun. Sama seperti usia anakku. Aku menikahi Hyemi saat dia sudah mengandung Haru. Haru memang bukan anak kandungku tetapi aku sangat menyayanginya seperti aku menyayangi Ibunya. Lalu kenapa aku mau menikahi Hyemi? Cinta.. ya jawaban yang klise memang. Tapi itulah...